Jakarta, wartatonomi.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar Program Jumat Beli Lokal (JBL) secara online dan offline dengan melibatkan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari 10 kecamatan di wilayah Jakarta Selatan, di Ruang Antasari, Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Jum’at (18/9).
Walikota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan, program ini dihadirkan sebagai wadah bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk unggulan para UMKM secara langsung kepada warga maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kegiatan Jumat Beli Lokal ini kita berikan sebagai ruang bagi pelaku UMKM Jakarta Selatan untuk memasarkan produknya. Di sini terjadi interaksi langsung antara pelaku UMKM dengan warga atau ASN di lingkungan Pemkot Jakarta Selatan untuk melakukan transaksi,” ujarnya.
Ia berharap, kebiasaan membeli produk lokal tidak hanya ada di hari Jumat, melainkan menjadi budaya sehari-hari.

Produk yang dipasarkan telah memenuhi aspek-aspek utama dari sisi kualitas, kehigienisan, kemudian ada kepastian terhadap seluruh produknya seperti batasan waktu, serta jaminan halal.
“Transaksi yang dilakukan kepada UMKM lokal akan berdampak langsung pada penguatan ketahanan ekonomi masyarakat secara masif,” ucapnya.
Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah Syafrin menyatakan, bahwa TP PKK bersama Dekranasda siap bersinergi dan berkolaborasi untuk mengangkat potensi perajin lokal agar semakin dikenal luas oleh masyarakat.
“Dekranasda maupun TP PKK sangat mendukung UMKM ini agar bisa muncul di permukaan dan masyarakat juga tahu bahwa di Jakarta Selatan ini banyak hasil-hasil UMKM yang layak dibeli dan kualitasnya juga enggak kalah menarik,” bebernya.
Sementara itu, Kasudin PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin, menyampaikan, seluruh peserta telah melalui berbagai tahapan persiapan sebelum produknya dipasarkan.
Selain online, JBL yang berlangsung mulai hari ini hingga 24 September 2026 juga hadir di Kantor Wali Kota dan seluruh kantor kecamatan se-Jakarta Selatan.
“Sebelum dipasarkan dalam JBL, 100 UMKM yang terlibat sudah mengikuti beberapa persyaratan termasuk kurasi dan sertifikasi. Harapannya ASN dan warga dapat membelinya, sehingga perputaran ekonomi UMKM berjalan dengan baik dan produknya semakin dikenal khalayak luas,” tandasnya.
Budi / Sunar
