Jakarta, wartaotonomi.com – Suasana penuh warna mewarnai Halaman Kantor Kecamatan Tebet. Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo secara resmi membuka Festival Batik Tebet 2026, Kamis (22/10). Festival budaya ini digelar untuk memperingati Hari Batik Nasional sekaligus mengangkat potensi lokal Tebet.
Dalam sambutannya, Walikota Syafrin mengungkapkan kekuatan utama festival tahun ini terletak pada kolaborasi. Tercatat sebanyak 55 kolaborator dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, CSR, pelaku UMKM hingga industri kreatif, bersatu mensukseskan acara tersebut.
Menurut Syafrin, sinergi semacam ini sangat krusial agar batik tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi tetap relevan dan dicintai di tengah gempuran arus globalisasi.
Ia pun menggaris bawahi tiga poin penting sebagai tujuan besar penyelenggaraan festival ini. Pertama, menjadikan batik sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari, bukan hanya dipakai saat acara formal. Kedua, menggandeng pelaku industri kreatif dan UMKM agar festival ini benar-benar menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ketiga, menjadikan Wilayah Tebet sebagai pusat industri kreatif yang produktif, berdaya saing, serta mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.

“Upaya menghadirkan puluhan kolaborator ini menjadi kekuatan yang harus terus kita jaga dan kembangkan, sehingga kawasan Tebet dapat menjadi kiblat baru bagi pengembangan ekonomi kreatif di Jakarta,” tegas Syafrin di hadapan peserta festival.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Batik Tebet yang juga Sekretaris Kecamatan Tebet, Watini, memaparkan berbagai rangkaian acara menarik yang siap memanjakan pengunjung. Di antaranya adalah aksi membatik bersama menggunakan kain batik harmonis sepanjang 10 meter bersama kader PKK, yang menjadi simbol kebersamaan.
Selain itu, ada lomba mewarnai batik untuk 50 anak PAUD, lomba membatik untuk PKK Kecamatan dan Kelurahan yang diikuti 40 orang, serta bazar UMKM dan BUMN showcase yang menampilkan 40 stan produk unggulan khas Kecamatan Tebet.
“Tentunya kesuksesan Festival Batik Tebet 2026 ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari CSR, pengusaha, instansi terkait, hingga warga Kecamatan Tebet. Acara ini menjadi bukti nyata implementasi arahan pimpinan mengenai prinsip komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi,” tandas Watini.
Budi / Sunar
