Jakarta, Warta Otonomi – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri peluncuran buku _”Filosofi Orang Kampung”_ karya sastrawan Harry Tjahjono di Balai Sastra H.B. Jassin, Perpustakaan Jakarta, Cikini, Jumat (11/9/2026).
Rano menyebut buku ini penting karena menghidupkan kembali gagasan awal cerita _Si Doel_ yang dirintis almarhumah Ida Farida, sekaligus menghargai karya sastrawan Aman Datuk Madjoindo.
Menurutnya, Harry berhasil memperluas ekosistem cerita dengan menghadirkan karakter ikonis seperti Mandra, Atun, Karyo, hingga Pak Bendot yang membuat nuansa perkampungan Jakarta terasa nyata.“Cerita Si Doel merekam kehidupan masyarakat dan suasana perkampungan Jakarta pada masanya.

Dialog dan karakternya jadi bagian ingatan masyarakat sampai sekarang,” ujar Rano.Ia juga menyinggung ucapan agar _Si Doel_ menjadi gubernur yang pertama kali dilontarkan Benyamin Sueb di film _Si Rano_ tahun 1973.
Ucapan itu ternyata terwujud dalam perjalanan kariernya hingga kini menjabat Wagub DKI, Rano menilai dokumentasi nilai-nilai kampung seperti interaksi warga, dialek lokal, dan kebiasaan masyarakat perlu terus dijaga.
Apalagi di tengah tayangan modern yang dinilai kehilangan keaslian nuansa kampung.“Kami mendorong Mas Harry terus berkarya, membuat ensiklopedia dan seri lanjutan, agar nilai luhur perkampungan tetap terdokumentasi untuk generasi penerus,” tegasnya.
Pemprov DKI, mendukung kegiatan literasi dan pelestarian budaya sebagai upaya memperkuat identitas Jakarta di tengah perkembangan kota global.
Sementara itu, Harry Tjahjono mengatakan buku ini lahir dari kegelisahannya agar masyarakat Betawi tidak terasing di tanah kelahirannya. Meski mengalami strok, ia tetap produktif dan menargetkan merilis aransemen ulang 30 lagu bertema Betawi pada Januari mendatang.“Motivasi saya adalah agar budaya dan kearifan kampung tidak hilang ditelan zaman,” pungkasnya.
Red
