Editorial

Dirjenpas Klaim Tak Ada Cluter Mewah di Lapas Cibinong

JAKARTA wartaotonomi.Com

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mashudi, membantah adanya apartemen atau Cluster mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.

Pernyataan itu disampaikan Mashudi dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). Menurutnya, bangunan yang ditemukan Ombudsman merupakan rumah dinas dan mess pegawai.

Cluster mewah di sana saya kira seperti apa, tidak ada klaster yang mewah seperti apartemen yang viral, tidak ada,” kata Mashudi.

Di hadapan anggota komisi Xlll Mashudi menjelaskan, hanya terdapat 16 unit rumah dinas dan mess pegawai, tiga di antaranya tercatat dalam sistem BMN, sedangkan 13 lainnya berada di bantaran Sungai Ciliwung dan masih didalami status administrasi serta pemanfaatannya. Ia juga menyebut, televisi, sofa, springbed, perabot rumah tangga hingga kulkas berisi minuman keras wiski dan satu botol bir, berdasarkan pemeriksaan sementara merupakan barang pribadi milik Kasi Kamtib.

Sebelumnya, Ombudsman RI menggerudug Lapa kls ll Cibinong, dan menemukan sejumlah ruangan dengan fasilitas mewah, seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, televisi, kulkas dan perlengkapan memasak di kawasan belakang Lapas Cibinong. Ombudsman menyebut fasilitas tersebut ber standar apartemen dan melakukan sidak untuk menindaklanjuti informasi yang ada, terkait dugaan pelanggaran pelayanan pada napi berduit di Lapas Cibinong. Dan yang lebih mengherankan, pihak Dirjenpas secara sepihak melakukan pembongkaran atas bangunan yang ada, tanpa berkoordinasi dahulu dengan komisi Xlll, sebagai barang bukti yang perlu diteliti lebih jauh keberadaannya. Tindakan itu tak ayal memunculkan tudingan publik, bahwa Dirjenpas berupaya menghilangkan barang bukti temuan Ombudsman. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *