Ragam

Dorongan Jaksel Bebas TBC: Setiap Kelurahan Kini Miliki 4 Kampung Siaga

Jakarta, wartaotonomi.com – Komitmen memberantas Tuberkulosis (TBC) di Jakarta Selatan terus diperkuat. Belum lama ini Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar Apresiasi Penilaian Kampung Siaga TBC Tahun 2026 di Ruang Gelatik Utama, Kantor Walikota Jakarta Selatan.

Ajang apresiasi ini menjadi puncak dari penilaian Kampung Siaga TBC (KST) yang diikuti perwakilan dari 10 kecamatan se-Jakarta Selatan. Dari proses seleksi yang ketat, terpilih lima RW terbaik yang dinilai paling aktif dan inovatif dalam upaya penanggulangan TBC di wilayahnya.

Untuk Juara 1 diraih RW 05, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan. Juara 2 diraih RW 05, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak. Sementara Juara 3 diraih RW 09, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan. Untuk kategori Juara Harapan 1 diraih RW 13, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet dan Juara Harapan 2 diraih RW 01, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran.

RW 05 Kelurahan Pela Mampang Meraih Juara 1 Kampung Siaga TBC

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, menjelaskan capaian signifikan dalam pembentukan Kampung Siaga TBC. Pada tahun 2026 ini, setiap kelurahan ditargetkan membentuk minimal dua RW sebagai Kampung Siaga TBC.

“Dengan demikian, terhitung sejak 2025 hingga 2026, Jakarta Selatan telah memiliki 260 Kampung Siaga TBC dan di setiap kelurahan rata-rata telah memiliki empat Kampung Siaga TBC,” jelas Tomy.

Ia berharap, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, pihak swasta, hingga unsur masyarakat seperti RT, RW dan para kader dapat terus diperkuat untuk mempercepat proses penanganan dan pengentasan kasus TBC.

“Para camat dan lurah diharapkan terus melakukan monitoring dan evaluasi. Kami juga mendorong pembentukan Kampung Siaga TBC di RW lainnya, sehingga nantinya seluruh RW di Jakarta Selatan menjadi Kampung Siaga TBC,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri, menegaskan bahwa TBC masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga 12 Oktober 2026, tercatat sebanyak 8.662 kasus TBC telah ditemukan di wilayah Jakarta Selatan.

“Penanggulangan TBC bukan semata-mata urusan Puskesmas atau tenaga kesehatan. Diperlukan dukungan dari Kecamatan, Kelurahan, RT/RW, kader, keluarga, hingga tokoh masyarakat untuk mendorong deteksi dini, mendukung keberhasilan pengobatan, serta mengurangi stigma terhadap pasien TBC,” kata Debi.

Ia menambahkan, rangkaian penilaian Kampung Siaga TBC Tahun 2026 tidak hanya menitikberatkan pada kelengkapan administrasi. Tim penilai juga melihat komitmen pemangku wilayah, inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta melakukan verifikasi lapangan langsung pada tiga KST terbaik.

“Dari hasil verifikasi dan evaluasi menyeluruh, telah ditetapkan lima Kampung Siaga TBC terbaik yang menerima penghargaan resmi dari Walikota Jakarta Selatan. Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk memotivasi serta membagikan praktik terbaiknya agar dapat direplikasi oleh wilayah lain,” pungkasnya.

Budi / Sunar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Redaksi Pedoman Media Privasi Kontak
©2026 PT. PERS WARTA OTONOMI