Jakarta, Warta Otonomi – Beberapa hari lalu penganugerahan Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin ke-52 tahun 2026 mencatat 754 karya jurnalistik yang berpartisipasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai tingginya angka itu membuktikan besarnya perhatian insan pers dalam merekam dinamika Jakarta dan mengawal pembangunan kota, Penghargaan diserahkan di Balai Agung Jakarta.
Pramono mengapresiasi PWI Jaya, dewan juri, peserta, dan para pemenang.“Pers adalah mitra kritis pemerintah. Saya minta pemberitaannya apa adanya, enggak perlu dilebih-lebihkan atau dikurang-kurangi.
Karya yang berbasis fakta, data, dan kode etik juga membantu kami melihat persoalan secara objektif untuk memperbaiki kebijakan dan layanan publik,” ujar Pramono.
Menjelang 500 tahun Jakarta, Pemprov menargetkan Jakarta masuk 20 besar kota global pada 2045. Karena itu, kolaborasi dengan media penting untuk mengawal agenda strategis seperti pendidikan, kesehatan, transportasi publik, TOD, penataan ruang, hingga pengelolaan sampah.
Pramono juga mengapresiasi kategori khusus “Menyongsong 5 Abad Jakarta”. Menurutnya, karya jurnalistik bukan hanya merekam peristiwa hari ini, tetapi juga menjadi memori kota untuk generasi mendatang.
“Selamat kepada para penerima, Teruslah berkarya dengan integritas dan profesionalisme, Pemprov butuh Pers yang independen, kritis, akurat, dan konstruktif untuk mengawal Jakarta menjadi kota global yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo mengatakan PWI mulai menyiapkan Anugerah 2027 dengan tema khusus 500 Tahun Jakarta. Ia juga berencana menambah kategori untuk karya jurnalistik di media sosial.
“Yang paling penting bagaimana kami bisa berkontribusi agar wartawan terus membuat karya jurnalistik tentang dinamika Jakarta,” kata Kesit.
Red
