Nasional

Setelah Kena Tackle Purbaya Akan Memancing Sambil Merenung” Kenapa DiPecat?”

JAKARTA, wartaotonomi.com – Panggung politik Tanah Air mendadak menyajikan kisah dramatis di awal pekan. Senin (14 September 2026), kabar mengejutkan datang dari ruang rapat komisi lV DPD R I saat rapat gabungan Menteri Keuangan dengan DPD RI dikomplek Senayan Jakarta, terkait hengkangnya Purbaya selaku bendahara negara ditengah sesi rapat yang krusial.

Berawal dari bergetarnya HP sang bendahara, sehingga pimpinan sidang menskor untuk memberi waktu pada Purbaya menerima telepon, yang infonya telepon dari bapak, namun tunggu punya tunggu sang bendahara tak pernah muncul kembali ke ruang sidang. Menjelang sore, barulah terungkap alasan hengkangnya Purbaya Yudhi Sadewa dari ruang pembahasan sidang di Senayan. Ternyata telepon ditengah sidang itu adalah akhir dari tugas Purbaya sebagai menteri keuangan, dan dia harus mengemasi semua barang barangnya dari ruangan kerja, karena akan diisi oleh penggantinya.

Dihari yang sama dari Istana Negara Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan, disusul pelantikan. Pencopotan kilat ini terjadi hanya beberapa jam setelah Purbaya membongkar dugaan mega-kebocoran pajak yang melibatkan puluhan pabrik baja raksasa.

Kisah bermula dari kecurigaan Purbaya terhadap indikasi “main mata” di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Purbaya menyoroti sedikitnya 40 pabrik baja asal China yang diduga melenggang bebas tanpa membayar kewajiban pajak secara penuh.
Dari kecurigaan temuan itu, perintah pemeriksaanpun dari dari meja menteri. Namun tak satu pun dari 40 perusahaan tersebut yang disentuh oleh petugas!

Purbaya bahkan secara rinci menunjuk satu perusahaan di kawasan industri Pulogadung yang tunggakan pajaknya mencapai angka fantastis. “Sedikitnya Rp200 miliar, dan nilainya berpotensi mendekati Rp1 triliun.”

Sebuah angka raksasa yang sanggup membuat anggaran negara tersenyum lebar jika berhasil dieksekusi. Purbaya pun berkoar akan menyapu bersih kebocoran di sektor Pajak dan Bea Cukai tanpa ampun.
Tekad Purbaya membeberkan borok itu mencapai puncaknya pada Senin siang (11.00–14.33 WIB).

Saat itu, ia sedang menghadiri.
Namun, di tengah-tengah pembahasan materi rapat yang memanas, sebuah skenario panggilan darurat terjadi.

Isu kebocoran pajak 40 pabrik baja dan potensi penerimaan triliunan rupiah yang baru saja ditiupkan Purbaya kini menggantung di udara, meninggalkan seribu tanda tanya di benak publik. Pencopotan mendadak ini menjadi perbincangan terpanas di jagat raya, memicu berbagai spekulasi mengenai masa depan pembenahan pajak dan Bea Cukai di Indonesia.

Membongkar kebocoran pajak triliunan rupiah itu butuh nyali setebal baja, Maklum panggung politik, baru mau membocorkan nama oknum jam 1 siang, jam 4 sore posisi menteri sudah bisa berganti nama.

Usai dipecat, Purbaya Yudhi Sadewo kepada awak media mengatakan, akan memancing mujaer dibelakang rumah sambil melamun ” Kenapa dipecat?” Kelakarnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *