RAPAT PARIPURNA DPRD KABUPATEN PANGANDARAN TENTANG PENJELASAN BAPEMPERDA TERHADAP PROGRAM PEMBENTUKAN PERDA KABUPATEN PANGANDARAN 2019

PARIGI – WARTA OTONOMI

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran menggelar Rapat Paripurna tentang penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) terhadap Program Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2019 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pangandaran, Rabu (28/11/2018).

Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan dan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang pembentukan produk hukum daerah, bahwa perencanaan penyusunan peraturan daerah dilakukan penyusunan program pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD dan Pemerintah Daerah untuk jangka waktu 1 (satu) tahun berdasarkan skala prioritas.
Propemperda merupakan pedoman dan pengendali penyusunan peraturan daerah yang mengikat lembaga yang berwenang yakni Pemerintah Daerah dan DPRD. 
Untuk itu propemperda dipandang penting untuk menjaga agar produk peraturan perundang-undangan di daerah tetap berada dalam kesatuan sistem hukum nasional.

Propemperda adalah instrumen perencanaan program pembentukan peraturan daerah yang disusun secara terencana, terpadu dan sistematis dilandasi beberapa pertimbangan sebagai berikut:
1. Berdasarkan perintah perundang-undangan yang lebih tinggi.
2. Berdasarkan rencana pembangunan daerah.
3. Berdasarkan penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan.
4. Memperhatikan aspirasi masyarakat.
Lebih lanjut Asep Noordin mengatakan, berdasarkan ketentuan pasal 16 ayat (5) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang pembentukan produk hukum daerah, dalam keadaan tertentu DPRD atau Bupati dapat mengajukan rancangan perda diluar propemperda yang telah ditetapkan karena alasan:
1. Mengatasi keadaan luar biasa, keadaan konflik, atau bencana alam.
2. Menindaklanjuti kerjasama dengan pihak lain.
3. Mengatasi keadaan tertentu lainnya yang memastikan adanya urgensi atas suatu rancangan perda yang dapat disetujui bersama oleh bapemperda dan bagian hukum.
4. Akibat pembatalan oleh gubernur sebagai wakil pemerintah pusat .
5. Perintah dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.
Secara yuridis, penyusunan propemperda ditentukan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang pembentukan produk hukum daerah.

Propemperda dilingkungan pemerintah daerah dikoordinasikan oleh Bapemperda, sehingga hasil penyusunan propemperda antara DPRD dan Pemerintah Daerah disepakati menjadi Propemperda Kabupaten Pangandaran dan ditetapkan dalam rapat paripurna.
Berdasarkan kerangka pemikiran, maksud dan tujuan propemperda yang telah diuraikan tersebut, maka untuk propemperda Tahun 2019 diusulkan sebanyak 12 (dua belas) buah Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran, yang terdiri dari:
1. Raperda tentang pemberdayaan perlindungan perempuan dan anak.
2. Raperda tentang standar pelayanan minimal.
3. Raperda tentang pengelolaan kemetrologian dan retribusi pelayanan tera/tera ulang alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya.
4. Raperda tentang pramuwisata.
5. Raperda tentang pemberian nama jalan dan sarana umum.
6. Raperda tentang retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran.
7. Raperda tentang rencana detail tata ruang.
8. Raperda tentang rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten.
9. Raperda tentang garis sempadan.
10. Raperda tentang pajak sarang burung walet.
11. Raperda tentang tuntutan pembendaharaan dan tuntutan ganti rugi keuangan daerah.
12. Raperda tentang limbah domestik.
Rapat paripurna propemperda ini dihadiri oleh Unsur Muspida Kabupaten Pangandaran, Sekretaris Daerah, Pejabat Lingkup Kabupaten Pangandaran serta tamu undangan lainnya.
(Yudhi’s/Humas DPRD Kabupaten Pangandaran)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s