YAYASAN SEKOLAH SLTP PGRI KIBIN KABUPATEN SERANG “PECAT” SISWI MELALUI PESAN WHATSAPP

Serang – Warta Otonomi
Ibu hayati selaku ibu kandung yang anak perempuanya sekolah di Yayasan SLTP PGRI KIBIN Kabupaten Serang Provinsi Banten yang berinisial (TS) siswi yang masih duduk di bangku kelas dua (2), sangatlah malang dan bingung akan nasib yang menimpa anaknya yang di duga di berhentikan di pecat dari pihak yayasan SLTP PGRI KIBIN Kabupaten Serang, harus berbuat apa lagi saya pak kalau sudah ada rapat keputusan dari pihak sekolah ucap ibu hayati kepada warta otonomi dengan bernada sedih sambil menangis saat menjelaskanya Selasa Malam 08/08/2018.
SLTP PGRI KIBIN wa
Foto : Pemecatan siswi SLTP Kibin hanya melalui pesan Whatsapp

Sebelumnya Ibu Hayati di undang untuk hadir di sekolah melalui pesan via whatsapp Ibu Eni pada tangal 31/07/2018, bukan melalui surat resmi dari sekolah, dimana Ibu Eni sebagai wali kelas di yayasan SLTP PGRI Kibin Kabupaten Serang namun Ibu Hayati menjelaskan dan membalas pesan tersebut melalui pesan via whatsapp nya untuk hari ini tidak bisa hadir di sekolah bu karena berhalangan dalam posisi kerja sebagai pekerja buruh di PT mungkin hari Sabtu tangal 04/08/2018 akan datang ke sekolah, katanya

Namun yang aneh nya pada tangal 03/08/2018 setelah dua (2) hari sebelumnya Ibu Hayati di undang untuk hadir di sekolah, Ibu Eni sebagai wali kelas kembali melalui pesan via whatsapp nya kepada Ibu Hayati “ibu mohon maaf untuk masalah sekolah (TS) sudah ada keputusan dari rapat dewan guru dan kepala sekolah bahwa (TS) di serahkan kepada orang tua, tentang masalah pendidikanya. untuk sekolah bisa di lanjutkan di SMP lain dan surat pindah nya bisa di buat kan setelah ada pilihan sekolah yang akan di masukin mohon maaf ya bu saya cuma wali kelas, ini semua dari aspirasi dewan guru dan kepala sekolah yang sudah di musyawarahkan bersama”, sambil mengirimkan foto kepala sekolah yang menurut nya itu sedang di adakan rapat keputusan yang di duga siswi (TS) di pecat dan di berhentikan dari sekolah yayasan SLTP PGRI Kibin Kabupaten Serang melalui pesan via whatsapp Ibu Eni wali kelas kepada Ibu Hayati bukan melalui surat.
Ibu Hayati selaku ibu kandung kecewa kaget dan shock saat membaca pesan via whatsapp dari wali kelas yang bernama Ibu Eni tersebut kalau anak nya sudah di berhentikan dari sekolah SLTP PGRI kibin dan Ibu Hayati akan melaporkanya kepada Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Kabupaten Serang atau di tingkat Provinsi Banten, imbuhnya kepada Media Warta Otonomi
Hr Jumat 10/08/2018 Warta Otonomi konfirmasi namun kepala sekolah dan wali kelas Ibu Eni tidak ada di ruanganya, di ruangan yang terpisah ibu guru yang bernama Ibu Erma menangapi hal tersebut menurut nya belum ada rapat dewan guru dan kepala sekolah terkait siswi (TS) belum ada keputusan apa lagi memberhentikan (TS) pak nanti pihak sekolah di salahkan kalo memberhentikan siswi/siswa,menurutnya pihak sekolah masih menunggu orang tua (TS) untuk datang ke sekolah mau di teruskan sekolah di sini apa mau pindah dan memberikan nomer telepon Ibu Eni imbuhnya
Langsung konfirmasi wali kelas Ibu Eni melalui pesan via whatsapp dan hanya menjawab, “silahkan ke kepala sekolah aja pak, maaf ya punten sangat saya punya pimpinan jadi alihkan saja ke pimpinan saya ok dan via whatsap Warta Otonomi  langsung di blokir.
Hr Sabtu 11/08/2018 Kepala Sekolah juga tidak ada di ruanganya dan Ibu Eni sebagai wali kelas juga tidak ada di sekolah, hanya ada beberapa guru saja, amat susah untuk menemui kepala sekolah dan Ibu Eni wali kelas tersebut setelah tiga (3) hari Warta Otonomi mendatangi sekolah SLTP PGRI Kibin kabupaten serang.
Menurut ibu guru yang bernama Ibu Opah kalau mau ketemu KepalaSekolah yang bernama H. Suplani itu harus pagi pak, karna kalau sudah jam 09:00 kepala sekolah keluar setiap harinya, dari hari Senin – Sabtu sudah biasanya begitu karna kepala sekolah kan dinas juga di UPTD Pamarayan katanya dan memberikan nomer telepon kepala sekolah H. Suplani namun nomernya tidak aktif saat di hubungi Warta Otonomi.
Konfirmasi melalui pesan via whatsapp Warta Otonomi dengan  Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten yang di ketuai oleh Bapak Muhamad Uut Lutfi SH, MH., terkait kasus siswi yang berinisial (TS) yang di duga di pecat / di berhentikan melalui pesan via whatsap Ibu Eni sebagai wali kelas kepada Ibu Hayati selaku ibu kandung siswi (TS), bapak Uut membalas dan menangapi kembali melalui pesan via whatsapnya kepada Warta Otonomi terimakasih atas informasi dan keteranganya pak, saya sudah tindak lanjuti dan sudah berkordinasi dengan (LPA) Kabupaten Serang. Tandasnya
( M. Fahry )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s