PELAYANAN DI SUKU DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL JAKARTA BARAT, SANGAT JAUH DARI YANG DIHARAPKAN

JAKARTA BARAT, WARTA OTONOMI.

Suku Dinas ( Sudin ) Kependudukan dan Catatan Sipil merupakan salah satu lembaga  Pemerintah untuk pelayanan masyarakat secara langsung yang seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik.

Dari  pengamatan WARTA OTONOMI beberapa hari ini di Sudin Kependudukan Dan Catatan Sipil Jakarta Barat, dimana berawal dari pengajuan Surat Pindah dari MIMIKA – PAPUA ke JAKARTA BARAT ( dikuasakan / yang bersangkutan ), dalam surat pindah tersebut adanya ketidaksamaan nama dari “Buliher Jeffry Hasibuan” (sesuai dengan KTP, KK &  Surat-Surat Lainnya) dengan Akte Kelahiran “Buliher J. Hasibuan”.  Pada saat pengajuan pelaporan kepindahan di hari pertama (24/7/2018) di loket C di terima oleh NURUL FIKRI tetapi karena adanya ketidaksamaan tersebut dia mengembalikan berkasnya dan dia suruh harus merubahnya ke MIMIKA – PAPUA tanpa bertanya lebih dahulu ke atasannya, sepertinya dia tidak mau tahu berapa lagi biaya yang harus dikeluarkan serta berapa lama lagi harus menunggu adanya identitas di DKI khususnya Jakarta Barat yang sangat mendesak untuk dibutuhkan.  

iBU rINA 1
Foto : NURUL FIKRI (Petugas Penerima Berkas)

Setelah di tolak, maka dengan inisiatif yang bersangkutan langsung menemui Kepala Seksi Pendaftaran Penduduk Sudin Jakarta Barat ; Ibu RINA MULYANTI, SE., MM., dan menganjurkan untuk langsung konfirmasi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta di Jl. S. Parman dengan menemui Ibu YANI di lt.5 dan Ibu Yani berkonsultasi dengan Bp. H. SAPTO B. WIBOWO, SH, M.Si ( Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk ) dengan mengeluarkan surat F-1,05 ( perubahan data kependudukan WNI ) bagi Nadya Hasibuan (nama dalam surat pindah) menjadi Nadya Christinauli Hasibuan    ( sesuai dengan Akte Kelahiran dan Raport kls V SD), beliau menganjurkan agar Ibu RINA MULYANTI, SE., MM terlebih dahulu menarik data kepindahan dari MIMIKA – PAPUA agar bisa diproses perubahannya baik di Pengadilan maupun di Sudin. Setelah mendapat surat tersebut dan atas saran Ibu YANI  supaya menemui Ibu RINA MULYANTI, SE., MM kembali lagi di Sudin Jakarta Barat, tetapi apa yang diharapkan “sangat membuat kesal” Ibu RINA MULYANTI, SE., MM menyuruh meminta lagi NOTE ( tulisan secarik kertas ) dari Bp. H. SAPTO B. WIBOWO, SH, M.Si, dengan alasannya supaya dia tahu kronologis bahwa ia disuruh “ada tulisannya” katanya, ( tetapi Bp. H. SAPTO B. WIBOWO, SH, M.Si tetap tidak memberikan NOTE yang diminta Ibu RINA MULYANTI, SE., MM )

Yang bersangkutan “dengan rasa jengkel yang sangat dalam” pergi lagi ke Dinas Kependudukan menemui Bp. H. SAPTO B. WIBOWO, SH, M.Si ( sudah seperti trayek angkutan bolak balik ), sesampainya di DINAS di sambut ramah oleh Beliau sangat berbeda dengan pelayanan dari Ibu RINA MULYANTI, SE., MM di Sudin Jakarta Barat yang kelihatannya sangat tidak bersahabat “muka jutek” dan pada saat itu juga Bp. H. SAPTO B. WIBOWO, SH, M.Si menelepon Ibu RINA MULYANTI, SE., MM agar menarik data kepindahan tersebut. Dan  pada tanggal 31/07/2018 Ibu RINA MULYANTI, SE., MM menerima data kepindahan tersebut (“tanpa di rubah atau ditambahin / seperti  dibawa pada hari sebelumnya”, kenapa tidak pada hari sebelumnya ya diterima, toh tidak ada perubahan lagi dari Bp. H. SAPTO B. WIBOWO, SH, M.Si ) untuk diproses, bisa di bayangkan kan pelayanan apa seperti itu.

Pada hari yang sama (31/07/2018) kebetulan yang bersangkutan membawa 2 berkas kepindahan saudaranya, dan adalagi kebijakan atau peraturan dari Ibu RINA MULYANTI, SE., MM bahwa TIDAK BOLEH mengurus 2 dokumen yang sama pada hari hari yang sama (menurut petugas loket “C” NURUL FIKRI, dan harus kembali besoknya lagi), yang menjadi pertanyaan : apakah memang seperti itu SOP (Standar Operasional Prosedur ) dari Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Barat, kalau memang benar seperti itu maka sangat disayangkan kinerja Sudin Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Barat dalam melayani masyarakat yang sangat berbeda dengan Prinsip dari Ibu  TRI RISMAHARINI (WALIKOTA SURABAYA), dimana Ibu Risma menyebutkan : ‘’BAHWA DENGAN PELAYANAN SEPERTI INI BERARTI MEREKA TELAH BERBUAT DOSA KEPADA RAKYAT. WARGA DIBIARKAN BOLAK – BALIK’’.

Untuk kedua keluhan diatas dan atas laporan dari masyarakat yang lain ( ada info ke WARTA OTONOMI ) perlu dipertanyakan sikap  Ibu RINA MULYANTI, SE., MM serta penerima berkas NURUL FIKRI apakah benar sesuai tugasnya untuk melayani, dan kami mohon perhatian yang serius dari pihak terkait : DPRD PROV. DKI JAKARTA ; GUBERNUR / WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA ; KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL DKI JAKARTA serta KEPALA SUKU DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL JAKARTA BARAT agar secepatnya membuat tindakan atas pelayanan seperti ini. (Leston Hasibuan/WO).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s