Perselisihan Kepemilikan Tanah, Kepala Desa angkat Bicara

Marabahan, Kalsel WO — perselisihan Kepemilikan Tanah yang terjadi menuai Pro & Kontra oleh warga Desa Kuripan-Desa Rimbun Tulang Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala (BATOLA), Provinsi KALSEL.

4

Hal tersebut terjadi beberapa hari yang lau, salah satu Wartawan yang bertugas untuk Kepala perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah (KALTENG) dari Media Warta Otonomi Kamis 03/05/2018. Telah menghubungi Kepala Desa (KADES) Kuripan Via Telepon yang bernama Surya Atmaja meminta konfirmasinya terkait perselisihan itu.

Berawal dari salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit berarea di Desa Kuripan menginkan pembebasan tanah sepanjang jalur sungai Manuntung. pembebasan tanah itupun dilakun oleh oknum-oknum tertentu dan rekanan yang diduga tanpa adanya kekuatan hukum hingga pencairan Milyaran Rupiah. oleh sebap itulah diantara masyarakat yang semestinya mendapatkan hak ganti rugi tersebut malah tidak mendapatkannya. Wartawan dari Media Warta Otonomi yang merupakan asli dari Desa tersebut-pun ketika mendapatkan informasi dari warga terkait dengan masalah tersebut mengkonfirmasikan kebenarannya kepada KADES setempat.

Surya Atmaja selaku KADES Kuripan menjelaskan kepada Wartawan Warta Otonomi jikalau Hak kepemilikan tanah tersebut yaitu orang yang menempatinya dari Tahun 1972. kemudian disusul dari beberapa warga ikut berkebun diarea tersebut hanya dikasih ijin berupa pinjam tanah untuk berkebun dari yang memiliki hak tanah asal. namun sangat disayangkan ketika Wartawan Otonomi mempertanyakan apakah ada berupa Surat kepemilikan Tanah (SKT) atau bentuk-bentuk yang sah yang diakui hukum mengenai jumlah tanah yang ada, Surya Atmaja menjawab “Tidak ada”. oleh sebap itu kuat dugaan hal tersebut merupakan upaya untuk mengelabui masyarakat lainnya.

Beberapa Warga menjelaskan Via Telpon diantaranya berinisial “N” bahwa dari turun temurun kami berkebun di area tersebut. namun sangat disayangkan malah kami tidak mendapatkan hak ganti rugi. disisi lain dia tambahkan, untuk kepengurusan hak kepemilikan tanah terhadap perusahaan tersebut tidak lain dari anggota keluarganya sendiri.

Wartawan Warta Otonomi-pun telah mengantongi berupa data-data yang diajukan kepeda pihak perusahaan mengenai keterangan-keterangan hak kepemilikan tanah. tetapi data yang ada tidak sesuai dilapangan sebagaimana pencairan dana penggantian pembebasan lahan jumlahnya Milyaran Rupiah tersebut ditujukan kepada oknum-oknum tertentu.

Hingga berita ini diturunkan, Camat yang ikut serta bertanggung jawab masih belum bisa dikonfirmasikan Via Telpon. dia beralasan tanyakan ke Kades nya dan dia lagi ada Rapat. (Darto/Red)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s