Ketua Dewan Adat Dayak Memberikan Kritikan Pedas terhadap Pemerintahan Sebelumnya

PulangPisau WO — Dalam Kampanye terbatas yang ke 89 (Delapan Puluh Sembilan) pada satu tempat, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) memberikan kritikan pedas terhadap pemerintahan sebelumnya di Kelurahan Bereng, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulpis, Sabtu 28/04/2018.

20180428_115013

“Suratman” merupakan tim pemenang Edy-Taty juga sebagai pemandu acara tersebut memberikan kesempatan dari perwakilan masing-masing Enam Partai Polotik (parpol) pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut Dua untuk menyampaikan Orasinya. Nampak dari Panitia pengawas Pemilu turut serta dan diamankan oleh jajaran TNI-POLRI.

Dihadapan ratusan lebih lebih masyarakat, Ketua DAD yang bernama Drs.Edwin Mandala yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulpis menjelaskan dalam Orasinya bahwa yang namanya Desa Mentaren Satu, Desa Kalawa, kelurahan Bereng, Desa Gohong waktu itu tidaklah diperhatikan sama sekali saat kepemerintahan sebelumnya (kena hukum).

“Yang namanya Desa Mentaren Satu, Desa Kalawa, Kelurahan Bereng dan Desa Gohong Kecamatan Kahayan Hilir waktu pemerintahan sebelumnya tidaklah diperhatikan sama sekali (kena hukum). Seandainya ada yang calon dari kelurga pemerintahan sebelumnya maka jelas itu cuma strategi karena yang memegang kendalinya tidak lain itu-itu saja. secara otomatis ujung tombak kepemerintahan kembali seperti dulu,”ujarnya.

Menyinggung dengan jabatan kepemerintahan, dia yang akrab disapa Pak Edwin menjelaska ; “Saya banyak merekomondasikan beberapa pejabat-pejabat terdahulu dari Pemekaran Pulang Pisau. jadi saya tau persis masalah kepemerintahannya. Bedanya saat pemerintahan H.Edy Pratowo S.,Sos.,Mm ini dia datang kesini hanya dengan anak istri (Tidak mengajak keluarganya mengisi setiap posisi jabatan tinggi). kalau yang lainnya (pemerintahan dulunya ) untuk mereka saja kurang (setiap posisi jabatan pemerintahan yang tinggi),”Ungkapnya.

Untuk janji-Janji Kampanye Edwin menghimbau agar masyarakat lebih jeli lagi menilainya. bila mana banyak obral janji-janji dan dengan mudah mengucapkan saat berkampanye, takutnya diwaktu duduk nanti tidak ditepati. hingga masyarakat kena imbasnya (karena obral janji yang tidak dipati) dan masyarakat-pun tentunya tidak mampu berbuat apa-apa. alasan semua itu kita mengacu kepada dia tidak mengenal baik pemerintahan provinsi dan pemerintahan pusat, lantas dananya untuk menepati janji kampanye mau cari kemana.

Edwin menambahkan, jikalau Edy-Taty ini sudah teruji dan terbukti, mengenal baik pemerintahan provinsi dan pemerintahan pusat. termasuk didalamnya Gubernur dan jajarannya, Presiden dan mentri-mentrinya. jadi dengan hubungan baik ini akan mudah menjalin kerjasama. contohnya dengan pembangunan invrastruktur yang ada ini. ini karena perjuangan Edy-Taty. inilah kelebihan Edy-Taty dibandingkan paslon Bupati priode 2018-2019 yang lainnya.

Menyinggung saat pemilihan legislatif pada tahun sebelumnya, Edwin menyatakan bahwa untuk Kelurahan Bereng Dia cuma mendapat Delapan Suara. akan tetapi dengan sedikit suara itu, bukan berarti dia tidak memperhatikan masyarakat setempat. justru dengan itulah dia bersama Edy-Taty dan tim lebih giat lagi bekerja tanpa pilih kasih dan terus memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa niat mereka ini tidak lain merupakan perjuangan untuk masyarakat juga, bukan untuk kepentingan pibadi. (Darto)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s