Yansen Dupa bongkar pemekaran Pulang Pisau

Pulang Pisau WO — Edisi kampanye berikutnya, pasangan calon (paslon) Edy-Taty sambut simpatisan warga Desa Murya Sari dan desa Kantan Atas, kecamatan Pandih Batu, kabupaten Pulang Pisau,Kalimantan Tengah (kalteng). Dalam acara tersebut 6 (enam) partai politik (parpol) pengusung pasangan Edy-Taty turut serta memberikan sport diikuti dari panitia pengawas pemilu (panswalu) dan diamankan TNI-POLRI.

20180321_114131.jpg

Berkisar 600 (enam ratus) orang yang hadir di dua desa tersebut mengikuti kegiatan kampanye secara terbatas.selain itu pula yang tak kalah menarik, selama kampanye berjalan, masyarakat merayu dan meminta baju yang dikenakan tim kampanye Edy-Tay (baju golkar) hal ini dikarenakan rasa simpatik  mereka hingga beberapa tim Edy-Taty pun rela melepaskan dan memberikann nya meski yang dikenakan hanyalah baju lapisan dalam (kaos dalam).

Suratman, salah satu diantara tim kampanye Edy-Taty selaku pemandu acara dalam kampanye itu telah memberikan kesempatan kepada Yansen dupa yaitu mantan wakil bupati Kabupaten Pulang Pisau untuk menyampaikan orasinya. dalam orasi tersebut, Yansen Dupa yang juga merupakan tokoh masyarakat kabupaten Pulang Pisau menyampaikan beberapa point-point penting agar masyarakat tau sejarah berdirinya kabupaten Pulang Pisau hingga berkembang pesat sampai sekarang.

,”Waktu itu Edy Pratowo merupakan anggota DPRD kabupaten kuala kapuas untuk Pandih Batu (kecamatan pandih batu) dan Saya (yansen dupa) anggota DPRD kabupaten kuala Kapuas untuk Maliku (kecamatan maliku) termasuk pula di dalam nya Edwin mandala (anggota DPRD kabupaten kuala Kapuas).sejak kecamatan Pulang Pisau pemekaran, kami bertiga mengusulkan agar (Pulang Pisau) jadi kabupaten.akan tetapi usul tersebut ditolak oleh Bupati Kuala Kapuas dan 43 (empat puluh tiga) DPRD diantara 45 (empat puluh lima) anggota DPRD yang ada waktu itu.kami bertiga-pun tetap berjuang agar tetap tercapai demi pemekaran Pulang Pisau. akhirnya kami-pun meminta bantuan kepada tokoh-tokoh masyarakat dari Palangkaraya, Jabiren dll untuk Demo dan diketuai oleh Drs. Oberli Metar (dari desa bontoi) yang menjabat sebagai Asissten satu.
Kami-pun demo dikantor DPRD kabupaten Kapuas agar terpenuhi permintaan kami .beberapa hari kemudian ,upaya kami-pun membuahkan hasil yang baik hingga DPRD dan Bupati kabupaten kuala kapuas menyetujui kecamatan Pulang Pisau menjadi Kabupaten, Red.

Yansen melanjutkan orasinya, “jadi Edy Pratowo bukanlah orang yang numpang di sini (pulang pisau). justru beliaulah salah satu sebagai pejuang Kabupaten Pulang Pisau. adapun yang lain merupakan mencari nama saja atau bisa jadi mengaku-ngaku saja. kemudian setelah kecamatan Pulang Pisau jadi Kabupaten, Edy Pratowo dipindah tugaskan disini menjadi ketua DPRD dan saya menjadi wakil bupati. setelah priode saya habis, Edy pratowo naik lagi menjadi wakil bupati hingga menjadi bupati kabupaten Pulang Pisau sekarang yang berdampingan denga Rustaty narang,”. Yansen Dupa menambahkan, “saya menyambut baik keinginan Edy pratowo ingin menjadi Bupati kedua kali dan saya mendukung sekali.kepemerintahan Edy pratowo terbukti merupakan pemerintahan yang baik yaitu diantaranya mendapatkan penghargaan berupa Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Dia juga mendapatkan penghargaan dari presiden dalam bidang peningkatan produksi pertanian. diantara 524 (limaratus dua puluh empat) bupati dan wali kota seindonesia,Edy Pratowo-lah yang mendapatkan penghargaan tersebut diantara 7 (tujuh) orang bupati dan walikota yang terpilih mendapatkannya. sejak tidak pernah presiden ke kabupaten Pulang Pisau, namun sejak Edy Pratowo jadi Bupati, prisiden sudah 3 (tiga) kali datang kesini (pulang pisau). yang semakin melambungnya kinerja Edy pratowo, beliau mampu mengundang inpestur Raksasa (PT.Naga Buana) untuk mendirikan perusahaanya (pabrik) disini. tentunya hal ini akan memudahkan ekonomi daerah berupa  usaha menanam pohon sengon (dilahan masing-masing) yang nantinya dengan harga jual yang memuaskan serta dengan pabrik tersebut dapat menyerap tenaga kerja hingga 5.000 (lima ribu) orang yang jelas mengurangi pengangguran.

Dalam orasinya, Edy Pratowo mengharapkan masyarakat menggunakan hak pilih dan berhati-hati memilih pemimpin., “gunakanlah hak pilih dan berhati-hati dalam memilih pemimpin. jangan mudah tergoda dengan janji-janji seperti contohnya janji berupa bila masyarakat minta ini dan itu mudah saja, itu kecil dan saya janji akan kabulkan bila tidak tepati saya ini dan itu,”. petahana ini beralasan, janji seperti itu ditakutkan tidak ada dana hingga masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa, “saya takut kalau banyak janji keuangannya tidak ada. jadi masyarat tidak mampu berbuat apa-apa. kalau saya akan melakukan invrastruktur secara bertahap. kedepannya akan dibangun jalan kelompok tani-jalan desa ke kecamatan hingga ke kabupaten. adapun mengenai gaji dibawah UMR itu merupakan kebijakan saya untuk menanggulangi pengannguran darpada tidak ada  sama sekali atau tidak digaji seperti guru ngaji. perlahan-pun insya Allah menjadi UMP meski bertahap,”ujarnya. (Darto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s