Penguyuban Ngudi Laras Yang Terlantar

Pulang Pisau WO — Kesenian daerah merupakan salah satu budaya seni yang harus dilestarikan, hal ini juga menjadi bagian dari amanah UUD 1945. Melestarikan budaya bukan hanya di Indonesia, tapi bagi setiap Negara yang ada di muka bumi ini.

Dengan kesenian daerah tersebut, Masyarakat umum tentunya akan mengenal ciri khas budaya kesenian yang ada disetiap daerah, juga bertujuan untuk mempererat jalinan silaturahmi dengan sesama. Eran Winardi yang juga  pengasuh Penguyuban Ngudi Laras yang bertempat di Desa Sidodadi (Pangkuh 6 B) kecamatan Maliku, meski tempat kediaman Eran Winardi sekaligus wadah Penguyuban Ngudi Laras sangat sederhana, bahkan banyak yang  berlobang namun Eran Winardi  tetap semangat agar penguyuban yang dia asuh tetap bertahan.

Eran Juga menceritakan tentang perjuangannya mempertahankan Panguyuban Ngudi Laras tersebut ,”Selama berpuluh-puluh tahun Panguyuban Ngudi Laras ini dalam asuhan saya, namun sampai saat ini belum ada  perhatian khusus dari pemerintah daerah setempat ‘ujarnya’. Lihat aja peralatan panguyuban ini dan ruangannya, sebagian tidak lengkap bahkan ruangan ini sudah berlobang dan terlihat rapuh ‘tandasnya’.

Ditambahkanya,  saya pernah meminta bantuan kepada pemerintah daerah biar dapat merenopasi gamelan dan peralatan yang lainnya, akan tetapi sampai beberapa tahun ini hingga sekarang tidak direspon.

Menurut Eran Winardi, awal berdirinya  penguyuban ini atas bantuan pemerintah pusat, tetapi setelah bantuan tersebut, hingga saat ini tidak ada keseriusan dari  pemerintah daerah untuk melestarikannya. Salah seorang Kepala desa disini  pernah berjanji dalam sebuah acara akan memberikan peralatan berupa wayang dan pemugaran gamelan  tetapi sampai sekarang belum ditepati.

Saat hal ini konfirmasikan oleh WO kepada kepala desa setempat lewat via telpon dan SMS, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan. Sukri Sekretaris Desa setempat saat WO memintai keterangannya mengenai Penguyuban tersebut, mengatakan kalau dalam tahun ini akan dibangun sebuah gedung khusus untuk penguyuban. Namun menurut Eran, apa yang disampaikan oleh Sukri yang juga Sekretaris Desa hanyalah janji belaka, janji seperti itu sudah sangat sering saya dengar, bukan sekali atau dua kali sudah berkali kali, namun hingga saat ini tidak ada satupun yang terealisasi ‘Ujarnya’. (Darto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s