Puskesmas Mancak Kabupaten Serang Abaikan Pasien

Serang WO — Kisah warga Mancak, Kabupaten Serang, Solihin (31) yang mencari layanan kesehatan ini sungguh miris. Pasien yang mestinya diantar ambulans terpaksa menggunakan mobil pik up toko material ke rumah sakit. Cerita bermula saat warga Kampung Pasir Gadung, Desa Sangiang, ingin berobat karena sakit di Puskesmas Mancak. Solihin adalah korban kecelakaan di Jakarta sekitar satu bulan lalu. Selama sebulan Solihin dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta. Biaya pengobatan ditanggung oleh yang menabrak korban.

Dokter kemudian mempersilakan Solihin untuk rawat jalan begitu kondisinya mulai membaik. Dua minggu lalu, Solihin pun dibawa ke kampung untuk rawat jalan. Namun, selama di kampung asupan gizi dan perawatan di rasa kurang. Keluarga terpaksa ingin membawanya kembali ke rumah sakit di Serang atau Cilegon. Pada Rabu (31/1/2018) sore kemarin, Solihin dibawa ke Puskesmas Mancak di Kabupaten Serang oleh keluarga. Namun, saat di puskesmas, keluarga mengaku tak mendapatkan perawatan dan hanya melakukan mediasi dengan pihak dokter.

_20180202_110450

Setelah di Puskesmas tidak ada perawatan yang dilakukan. Padahal si pasien sekarat,” kata salah satu keluarga pasien, Anton (36) kepada wartawan, Serang, Banten, Kamis (1/2/2018). Anton mengaku bicara sampai 3-4 jam dengan pihak dokter puskesmas. Pihak puskesmas mengaku tidak bisa menangani pasien. Setelah itu, keluarga kemudian dipersilahkan ke rumah sakit. Ditanya juga oleh pihak dokter apakah memiliki BPJS. Karena harus segera ke rumah sakit, keluarga memohon pihak puskesmas meminjamkan ambulans.

Namun menurut Anton, puskesmas tak berkenan meminjamkan ambulans karena sebelumnya pasien tak dirawat di puskesmas setempat. “Padahal ada 3 ambulans di situ. Saya tanya kenapa? katanya peraturannya begitu,” ujarnya’. Anton mengaku kebingungan karena tak dipinjami ambulans, pada hal Solihin dalam keadaan  sekarat. Anton menangis saat itu juga,  Ia kemudian berbincang dengan salah satu perawat puskesmas. Meminta bantuan apakah bisa meminjam ambulans partai yang sering bolak-balik di daerah Mancak. “Saya ngomong ke perawat minjam ambulans partai. Saya tunggu malah nanti-nanti aja,” paparnya.

_20180202_110519

Karena kebingungan, Anton kemudian ke Polsek Mancak minta bantuan. Namun sayang, kapolsek setempat sedang tidur karena kelelahan sehabis ada kegiatan. Anggota di polsek juga menurut Anton segan membangunkan pimpinannya. Anton konsultasi ke anggota polisi apakah ia akan ditilang jika antar saudaranya ke rumah sakit pakai pikap. Jawabannya tidak. Maka Anton meminjam pikap milik toko material terdekat. “Saya cari mobil losbak, itu mobil material, saya pakai itu saya angkut sambil foto,” ujarnya. Saat mengangkut saudaranya ke mobil pikap, ia sempat dibantu oleh sopir ambulans Puskesmas Mancak. Akhirnya, Anton mengatakan saudaranya dibawa menggunakan mobil pikap ke Rumah Sakit Krakatau Stell Cilegon. “Akhirnya dibawa ke Rumah Sakit KS di Kamar Melati,”ujar nya’.(M.Fahry)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s