Lecehkan Wartawan, Oknum DPU Bina Marga Kabupaten Pulang Pisau Dilaporkan Ke Polisi

Pulang Pisau WO—Pelecehan terhadap Wartawan kembali terulang, kali ini terjadi di Kantor Dinas Pekerjaan Umum bidang Bina Marga Kabupaten Pulang Pisau. Terjadinya pelecehan atau kekerasan terhadap Wartawan bermula saat Wartawan Warta Otonomi ingin konfirmasi atau wawancara terkait salah satu kegiatan Dinas Pekerjaan Umum bidan Bina Marga tahun anggaran 2017.

Saat Wartawan Warta Otonomi menemui Kepala Bidang Bina Marga (Hargatin red) untuk meminta tanggapannya terkait pekerjaan proyek rehab jembatan desa Gandang A, Hargatin dengan lugas menjawab akan memberikan konfirmasi kepada WO baik secara lisan maupun tertulis. Sesuai dengan pertanyaan WO semua akan kita jawab sesuai dengan kebenaran yang ada dilapangan ‘ujarnya’.

IMG-20180122-WA0003
Warta Otonomi saat mau wawancara

Namun sangat disayangkan, saat WO sedang berbincang dengan Hargatin salah satu oknum pejabat Dinas Pekerjaan Umum bidang Bina Marga ikut memberikan tanggapan dengan nada yang tinggi.

Donna bersama beberapa rekannya yang juga bagian dari PPTK Dinas Pekerjaan Umum bidang Bina Marga mengatakan kalau jembatan Desa Gandang A dari dulu sudah terbuat dari bahan kayu Benuas, dari jamanya Bupati yang lama (H.Akmad Amur red) jembatan tersebut sudah terbuat dari kayu Benuas ‘pungkasnya’

Melihat situasi yang kurang kondusif, WO beranjak untuk meninggalkan kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pulang Pisau. Namun Donna bersama rekanya yang lain mengikuti WO sampai parkiran, Donna dengan nada yang tinggi berulang kali mengatakan kalau data dan Photo yang didapat WO bukan hasil kerja WO melainkan dari orang lain. WO yang berusaha menghindar malah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, Donna berusaha menarik lengan Wartawan WO, bahkan dengan sengaja Donna mengajak Wartawan untuk berduel dengan berusaha melepas seragamnnya disaksikan oleh Security yang ada dikantor tersebut.

IMG-20180107-WA0004
Jembatan Desa Gandang A

Apa yang dilakukan oleh Donna yang nota bene merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang digaji oleh Negara lewat pajak Masyarakat sangat lah disayangkan, seharusnya Donna lebih mengutamakan pelayanan yang baik sesuai dengan tugas dan fungsinya. Bentuk pelecehan terhadap Wartawan yang dilakukan oleh Donna jelas sangat bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dan ayat keempat bahwa dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak bahkan dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 disebutkan antara lain dalam pasal 28F bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Untuk menghindari  hal serupa terulang kembali khususnya terhadap teman teman Pers,  WO telah melapor kan kejadian tersebut ke kantor Polsek Kahayan Hilir, WO berharap pihak Kepolisian dengan cepat melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk memberi efek jera terhadap oknum pejabat yang berbuat sewenang wenang atau melecehkan profesi Wartawan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s