KAPUAS WO — Sesuai dengan yang sudah diberitakan Warta Otonomi sebelumnya terkait pembangunan jalan Mandomai tembus perbatasan Pulang Pisau, hingga saat ini pekerjaan tersebut masih terus berjalan, padahal sesuai dengan kontrak seharusnya sudah selesai pada 12 Desember 2017, namun kenyataannya hingga kini progres pekerjaan di lapangan masih 85%.

IMG-20171226-WA0004Saat hal ini dikonfirmasi, Situmorang PPTK Dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas dalam keterangannya mengatakan bahwa pekerjaan tersebut tetap dilanjutkan sesuai dengan yang sudah direncanakan, meskipun pekerjaan tersebut sudah mengalami keterlambatan namun akan tetap dilanjutkan, menurutnya PT. Pancar Kurnia Raya sudah dikenakan denda keterlambatan, namun Situmorang tidak menjelaskan lebih rinci mengenai denda tersebut, silahkan ketemu sama Kabidnya biar lebih jelas ‘ujarnya’. Saat hal ini akan dikonfirmasi, Kabid PUPRPKP Kabupaten Kapuas hingga saat ini belum bersedia untuk ditemui, menurut salah satu staf yang ada dikantor PUPR Kabupaten Kapuas mengatakan kalau Kabid jarang di kantor.

Ditempat terpisah Yaner, Kepala Desa Mandomai KM 4 mengatakan sudah melaporkan langsung pekerjaan tersebut kepada Bupati Kapuas, semua photo sudah saya serahkan termasuk foto penghamparan tanah kuning kemerahan untuk lapisan pondasi  jalan yang menyebabkan kendaraan roda dua banyak yang terjatuh akibat licinnya jalanan. Menurut Yaner, Bupati Kapuas telah memerintahkan Dinas PUPR untuk membersihkan tanah yang sudah dihampar tersebut, anehnya Perintah dari Bupati Kapuas tidak dihiraukan oleh Dinas PUPR Khususnya Kabid yang menangani masalah tersebut ujar Yaner.

IMG-20171226-WA0007.jpgHasil penelusuran WO serta informasi yang berkembang dikalangan Masyarakat Kontrak yang mengerjakan proyek jalan tersebut masih keluarga Bupati, mungkin hal ini yang membuat Dinas PUPR Kabupaten Kapuas tidak berani untuk menegur atau memberikan sanksi terhadap PT. Pancar Kurnia Raya karena tidak mampu bekerja sesuai dengan kontrak kerja. Harusnya pekerjaan tersebut diberhentikan serta dilakukan pembayaran sesuai dengan yang sudah dikerjakan, namun yang terjadi Dinas PUPR Kabupaten Kapuas dengan alasan yang tidak jelas memberikan perpanjangan waktu kepada rekanan tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan.

Hasil pantauan WO di lapangan, dari awal pelaksanaan pekerjaan hingga saat ini terdapat beberapa kecurangan yang dilakukan oleh rekanan, hal ini dikarenakan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh konsultan pengawas dan lemahnya pengawasan oleh Dinas PUPR Kabupaten Kapuas.

img-20171226-wa0003-e1514365837320.jpgInformasi yang diterima oleh WO telah terjadi kongkalikong antara konsultan pengawas dengan rekanan yaitu PT. Pancar Kurnia Raya atas restu oknum pejabat PUPRPKP Kabupaten Kapuas. (Darto)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s