Berbau KKN, Pekerjaan Jalan Mandomai-Batas Pulang Pisau dikerjakan asal jadi

Kuala Kapuas WO-Pekerjaan Proyek penghubung jalan lokal antara kabupaten pulang pisau dan kabupaten kuala kapuas di duga dikerjakan asal asalan oleh rekanan pemenang tender, PT.Pancar Kurnia Raya sebagai pelaksana tidak bekerja profesional sesuai dengan aturan dalam hal ini RAB sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Hasil pantauan WO dilapangan, bahwa rekanan dengan sengaja menjadikan tanah merah sebagai landasan atau pondasi, ini jelas sangat tidak sesuai dengan pengerjaan jalan, harusnya rekanan melakukan pengerasan terlebih dahulu dengan batu dan pasir beton.

Informasi yang beredar bahwa Bupati Kapuas ikut terlibat dalam pengerjaan proyek tersebut, bahkan sang bupati meminta agar wartawan tidak lagi menyoroti pekerjaan tersebut. proyek jalan Mandomai-Perbatasan Pulang Pisau menelan anggaran Rp.8.037.725.000.- dengan No Kontrak 056/441/KTRK-BM/VIIIPUPRRPK’2017. Dengan anggaran sebesar ini diharapkan Proyek tersebut memberikan hasil yang bagus yang berdampak pada perokonomian daerah sekitar, namun PT.Pancar Kurnia Raya dan CV.Unika Citra Mandiri sebagai konsultan Pengawas tidak melakukan tugasnya dengan benar, diduga rekanan hanya memikirkan keuntungan tampa memperdulikan hasil.

KKN3

Beberapa pengendara sepeda motor telah menjadi korban akibat jalanan licin</p>

Saat hal ini dikonfirmasi, pihak kontraktor menjelaskan, sebenarnya dia menginginkan pekerjaan ini tidak perlu dilapisi tanah merah pada musim hujan apalagi saat ini sedang musim penghujan, menurutnya jalan ini bukan jalan yang baru. Pada dasarnya jalan ini sudah beraspal, akan tetapi pihak konsultan tetap harus melanjutkan sesuai rencana.

KKN1

Pengaspalan model baru, lapisan tanah merah diaduk dengan aspal.

Namunn pantauan WO dilapangan banyak kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut, karena sebelum adanya proyek jalanan tersebut sebagian besar masih dalam kondisi bagus dan ber aspal, anehnya jalanan yang masih bagus tersebut ikut dikerjakan dengan membuat tanah merah sebagai lapisan, sehingga aspal yang lama kini ditutupi oleh tanah merah. Sementaraproses pengaspalan yang dilakukan oleh rekanan terkesan asal asalan hal ini dikarenakan tidak semua bagian jalan yang diaspal (tidak rata) bahkan bahu jalan yang seharusnya dipadatkan dibiarkan b egitu saja oleh rekanan, sehingga bahu jalan tersebut kini menjadi kolam lumpur.

KKN4

Pantauan WO pekerjaan jalan tersebut jauh dari kata layak, dan tidak sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI). Hal ini tidak lepas dari para pemangku jabatan yang tidak menjalankan fungsinya dengan benar, diduga sudah ada deal tertentu antara rekanan, konsultan dan unit terkait, sehingga rekanan bekerja asal jadi tampa adanya pengawasan. (Darto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s