Melacak keberadaan Setya Novanto

Tersangka Korupsi mega proyek E-KTP

Sejumlah penyidik KPK keluar dari kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (15/11).

JAKARTA WO-Belasan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeruduk rumah Ketua DPR Setya Novanto yang berlokasi di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Rabu malam.

Pada penyidik tersebut tiba di rumah Setya Novanto sekitar pukul 21:30 WIB. Namun mereka tak bisa langsung masuk ke rumah tersebut karena belum mendapatkan izin dari tuan rumah.

Setelah sekitar 30 menit menungu di depan pagar, para penyidik akhirnya diizinkan masuk. Namun Setya Novanto ternyata tak ada di rumah. Hanya ada istri dan sejumlah teman Novanto di rumah tersebut.

Salah satu teman Novanto tersebut yakni Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin. Ia berada di rumah tersebut sejak Rabu petang.

Melacak keberadaan Setya Novanto

“(Setya Novanto) Enggak ada di rumah. Cuma ada istri beliau, beberapa teman dari Golkar dan pembantu rumah tangga,” kata Mahyudin di kediaman Novanto.

Muhyidin sendiri datang ke rumah Setya Novanto untuk membahas masalah pilkada. Ia mengatakan dirinya tak tahu menahu soal kedatangan para penyidik KPK. Ia juga tidak tahu di mana Setya Novanto berada.

Meski begitu, para penyidik KPK tetap bertahan di rumah Novanto. Lima di antara mereka sempat memeriksa pos sekuriti di dekat gerbang masuk rumah Novanto dan basement rumah tersebut.

Namun hingga tengah malam Setya Novanto tak kunjung ditemukan. Penyidik akhirnya meninggalkan rumah tersebut sekitar pukul 02:50 WIB. Terlihat mereka membawa empat koper berwarna hitam.

“Sampai saat ini kami belum menemukan yang bersangkutan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada Kamis dinihari, 16 November 2017. “Upaya pencarian masih terus kami lakukan.”

Padahal, Febri melanjutkan, pihaknya telah menerbitkan surat penangkapan terhadap Setya Novanto. KPK pun mempertimbangkan untuk memasukkan Setya Novanto dalam daftar pencarian orang (DPO).

Febri mengatakan upaya tersebut ditempuh karena Setya Novanto tidak kooperatif. Ia menyebutkan, Novanto telah sebelas kali dipanggil untuk kasus dugaan korupsi KTP Elektronik, namun delapan kali Setya Novanto mangkir dari panggilan tersebut.

“Sampai Rabu ini, KPK sudah melakukan total seluruhnya sebelas kali pemanggilan,” kata Febri. “Kami pertimbangkan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan Polri untuk menerbitkan surat DPO.”WO/Antara/Rappler

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s