Depok PWO- PT.Marlanco sebagai pemenang tender pembangunan Puskesmas Mampang Depok kini menjadi sorotan, hal ini dikarenakan proses pembangunan Puskesmas Mampang diduga dikerjakan tampa mengindahkan aturan yang ada, seperti halnya pembuatan tembok pembatas atau pagar pengaman terhadap pemukiman warga, apalagi lokasi proyek tersebut tidak jauh dari sekolahan, tentu ini sangat membahayakan siswa/siswi yang ada disekolah tersebut.

Puskesmas Mampang yang berlokasi di daerah permukiman warga tepatnya di  perumahan pancoran mas RT.05/07  dikerjakan asal asalan oleh rekanan, pembangunan yang menelan anggaran Rp.2.491.800.000.00, kurang mendapat pengawasan dari instansi terkait khusunya Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok. Saat hal ini ditanyakan lewat seluler, Dadan Sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok hingga saat ini belum bersedia memberikan tanggapan atau komentar terkait permasalahn tersebut.

Hasil investigasi Warta Otonomi dilapangan pembangunan Puskesmas Mampang jauh dari kata layak, dimana untuk pekerjaan betonisasi yang seharusnya menggunakan pabrikasi mutu K-225 tidak dilakukan oleh rekanan, dilapangan pekerjaan betonisasi dikerjakan secara manual oleh rekanan. Hal ini jelas sangat disayangkan, karena mutu bangunan tidak akan seperti yang diharapkan, yaitu bangunan yang layak digunakan untuk pelayanan kesehatan Masyarakat.

Apa yang dilakukan oleh rekanan sangat disayang kan oleh warga sekitar, menurut mereka pembangunan Puskesmas Mampang sangat memprihatinkan dan kelayakan gedung sangat meragukan. Menurut warga sekitar, rekanan bekerja tidak sesuai prosedur sehingga nantinya gedung tersebut akan cepat rusak. Selain pekerjaan yang asal asalan, rekanan yaitu PT.Marlanco dengan sengaja melakukan pencurian Listrik milik Negara saat pelaksanaan pekerjaan, hal ini terlihat jelas dari sambungan kabel yang disambungkan langsung pada tiang listrik yang ada dilokasi pekerjaan tampa menggunakan meteran seperti yang sudah ditentukan.

Menyikapi hal ini, Samsul SH Sekjen LSM Satria Bangsa sangat menyayangkan prilaku dari rekanan yaitu PT.Marlanco. menurutnya, perusahaan sebesar PT.Marlanco dengan kualifikasi B seharusnya bekerja lebih profesional bukan asal asalan. Diakuinya selama ini PT.Marlanco dalam melaksanakan pekerjaan tidak pernah lepas dari Sorotan, karena hampir semua pekerjaan yang dikerjakan oleh PT.Marlanco selalu bermasalah, contohnya yang ada sekarang Pembangunan Puskesmas Mampang Depok dan Pembangunan Rusun Lokbin Semper Barat. sebenarnya perusahaan ini sudah selayaknya masuk daftar Hitam (Blacklist) tapi karena kedekatan PT.Marlanco kepada para pejabat sehingga perusaan ini selalu lolos dari jeratan blacklist’ujarnya.

Ditambahkanya, puskesmas Mampang sangat didambakan oleh warga sekitar untuk pelayanan kesehatan, namun apa jadinya kalau gedungnya saja dikerjakan asal jadi, bisa bisa belum ada satu tahun bangunan tersebut akan rubuh. Dia berharap agar Pemkot Depok  khususnya Dinas Perumahan dan permukiman juga Dinas Kesehatan Kota Depok lebih jeli dan lebih ketat dalam melakukan pengawasan, jangan hanya memikirkan keuntungan yang didapat dari rekanan, tapi harus lebih memikirkan Masyarakat yang nantinya akan menggunakan Puskesmas tersebut ‘ujarnya. (JS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s