Pembangunan SMPN 26 Kota Depok dalam sorotan

Depok WO -Pembangunan SMPN 26 Kota depok saat ini masih berlanjut, pantaun WO dilapangan hingga saat ini progres pembangunan baru mencapai 30%, hal ini mengakibatkan adanya keraguan kalau pembangunan Gedung Sekilah tersebut tidsak akan selesai tepat waktu. Mengingat ini sudah penghujung bulan oktober sementara pembangunan sekolah harus selesai akhie Desember.

Hasil investigasi WO dilapangan saat ini pekerjaan sudah struktur lantai 3, namun hingga saat ini pengecoran lantai Komposit belum dikerjakan, demikian pula halnya dengan pekerjaan atap, plapon, lantai keramik serta pekerjaan mekanikal elektrikal dan Plumbing hingga saat ini belum dilaksanakan. Memang benar kalau struktur bangunan sudah tahap lantai 3, tapi pekerjaan lainya harus dikerjakan masih sangat banyak.

pembangunan3

Ivan M. SH salah satu pegiat Anti Korupsi meminta agar pihak terkait Khususnya Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok dapat melakukan fungsinya, agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai aturan dan RAB, jangan karena untuk mengejar target waktu rekanan bekerja asal-asalan ini tidak boleh dibiarkan ‘ujarnya’. sementara itu Samsul SH Sekjen LSM Satria Bangsa dalam keteranganya menyebutkan kalau secara Normal pembangunan SMPN 26 Kota Depok tidak akan selesai tepat waktu, kecuali kalau rekanan dengan pihak Dinas Perumahan Permukiman Kota Depok sudah ada permainan. Dia berharap agar pihak yang berwenang khususnya penegak hukum ikut berperan aktif untuk melakukan pengawasan, jangan sampai penggunaan bahan yang tidak sesuai RAB seperti besi, kusen dan lainya dipergunakan oleh rekanan, ini saat saat yang krusial bagi para rekanan ‘pungkasnya’.

Sementara itu Dadan Rustantadi sebagai Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok Hiingga saat ini belum bersedia untuk ditemui, bahkan saat hal ini dikonfirmasi lewat pesan singkat maupun WA, Dadan seolah enggan untuk memberikan keterangan.

pembangunan2

Sariyo Sabani Kepala Bidang Sapras Dinas Pendidikan Kota Depok lewat pesan singkatnya mengatakan kalau masalah Pembangunan SMPN 26 wewenangnya ada di Dinas Perumahan dan Permukiman, kita hanya mengusulkan sedengakan proses pelaksanaan pembangunanya menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan dan Permukiman’ pungkasnya’ lewat pesan WA. Ditambahkanya, Saya masih baru disini, jadi masih kurang paham maslah tersebut, saat ditanya mengenai pembangunan SMPN 25 yang terkendala karena lahan Sengketa, Sariyo Sabani mengatakan kalau hal tersebut menjadi tanggung jawab Kepala Bidang Aset BKD (Badan Keuangan Daerah), sedangkan untuk proses pelelangan dilakukan oleh BLP atas Usulan Dinas Perumahan dan Permukiman, jadi hal ini tidak ada kaitanya dengan Sapras ‘ujarnya’. (JS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s