Tenun Kebangsaan yang digagas Anies kini mulai Luntur

Pidato Pertamanya sebagai Gubernur mendapat kecaman dari berbagai Elemen Masyarakat

Jakarta WO-Pernyataan Gubernur DKI jakarta yg baru di lantik dianggap sudah mengusik ke beragaman warga DKI.  Jakarta yang dulunya dikenal dengan sebutan Batavia dihuni oleh berbagai suku dan etnis. Jakarta yang Nota bene sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia(nkri)  terdiri dari berbagai keberagaman yang disatukan oleh Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis dalam Lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila.

Pernyataan Anies dalam pidato pertamanya yang menggunakan kata ‘pribumi’ disesalkan oleh banyak pihak, dan tak jarang banyak yang melayangkan kritikan bahkan ada yang melaporkan Anies atas penggunaan kata Pribumi dalam pidatonya.

tenun2

Sebenarnya Penggunaan kata Pribumi sudah tidak diperbolehkan lagi sejak Presiden BJ Habibie mengeluarkan Intruksi Presiden Nomor 26 tahun 1998 tentang penggunaan istilah Pribumi dan non Pribumi.

Sejarah Bangsa indonesia sendiri mengakui keberadaan Etnis Tionghoa dan Bangsa Arab sudah ada jauh sebelum Bangsa ini merdeka, etnis Tionghoa dan Bangsa Arab berbaur dengan warga Asli Indonesia yang terjalin hingga saat ini.

Pidato pertama Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta jelas sangat bertentangan dengan apa yang diucapkanNya tahun 2014 dulu ‘menggunakan isu-isu SARA bisa merobek tenun kebangsaan’ namun dengan pidatonya tersebut seolah Anies ingin merobek tenun Kebangsaan tersebut. (BM)

tenun1

 

One comment

  1. Kepada yg terhormat pak Polisi…tegakkan hukum yg seadil2 nya di Republik ini…tanpa pandang bulu…jangan sampai hukum ditekan oleh demo bayaran yg berjilid2…seperti kasus pak Ahok…karena pendukung pak Ahok masyarakat yg bermoral dan beretika…tidak mungkin melakukan hal2 yg kotor dan busuk dng melakukan demo unt kasus ini…kami sebagai rakyat Indonesia mohon ditegakkannya keadilan yg seadil2 nya…karena kami percaya institusi POLRI akan tetap menjaga integritas dan kapabilitasnya untuk bangsa Indonesia dan NKRI…Merdeka…!!!

    Disukai oleh 3 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s