Baru dibangun, Rusun Lokbin Semper Barat tidak layak huni

PT.Marlanco dalam sorotan

Terjawab sudah apa yang menjadi keraguan dan ketakutan Ahok saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, saat itu Ahok dengan tegas menghentikan pembangunan 5 Blok Rusun yaitu Rusun Cakung Barat, Rusun KM2, Rusun Lokbin, Rusun Marunda dan Rusun Rawa Bebek. Pada saat itu Ahok beralasan bahwa kontraktor tidak mematuhi standard Operating Procedure (SOP) untuk itu Dia berjanji akan memasukkan Kontraktor nakal tersebut kedalam daftar hitam.

Ditambahkanya bahwa bahwa pekerjaan dilapangan sudah ngaco, cornya sudah tidak benar, dan sudah ga ketolong lagi, nanti belum satu tahun itu rusun pasti sudah bocor. Menurut Ahok, lebih baik tidak mencapai target daripada nantinya warga dapt rusun yang jelek serta dapat mengancam kenyamanan warga yang akan menempati rusun tersebut ‘ujarnya’.

Kini ketakutan Ahok menjadi kenyataan, Rusun Lokbin Semper Barat yang dikerjakan Oleh PT Marlanco kondisinya sangat memprihatinkan. PT.Marlanco sebagai rekanan seolah tidak memperdulikan kenyamanan warga yang akan menempati Rusun tersebut, terbukti dilapangan banyak pekerjaan yang dikerjakan asal jadi, mulai dari pemasangan keramik, pemasangan conblock yang asal jadi yang mengakibatkan genangan saat musim penghujan. Begitu juga dengan saluran Rusun yang dibuat asal asalan, dilapangan dinding saluran sudah banyak yang pecah sehingga ditakutkan saluran tersebut tidak akan berfungsi pada saat musim penghujan demikian pula halnya dengan lapangan bulu tangkis yang dikerjakan asal jadi, dimana sebagian besar lapangan sudah banyak pecah dan retak bahkan lapangan terlihat bergelombang yang mengakibatkan lapangan digenangin air.

Dinding Rusun yang kini sudah banyak yang retak, hal ini seolah menjadi Bom waktu bagi warga yang menempati rusun tersebut, dikhawatirkan dalam waktu dekat rusun tersebut akan bocor dan yang paling fatal adalah kalau nanti rusun tersebut ambruk karena cor-an untuk pondasi dan acian untuk dinding rusun dikerjakan asal asalan. Hal ini lah yang menjadi ketakutan warga yang akan menempati rusun tersebut, karena saat ini kondisi rusun yang baru dibangun tersebut sudah sangat memprihatinkan, tidak layak disebut sebagai Rusun yang baru dibangun.

Menurut salah satu Satpam yang bertugas di Rusun Lokbin Semper barat sebagai keamanan Rusun menjelaskan bahwa DPRD DKI Jakarta dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Agustini Darmawan Sudah kelapangan untuk meninjau langsung keadaan Rusun, ditambahkanya Rusun yang tingginya 16 lantai tersebut masih banyak kekurangan, mulai dari dinding yang retak disetiap ruangan juga sambungan tiang atau cor an yang tidak rapat, ini sangat mengkwatirkan ‘ujarnya’. Ditambahkanya Rusun tersebut hingga kini belum ditempati, namun kondisi gedung sudah sangat memprihatinkan, apalagi di lantai 16 setiap dinding ruangan terlihat retak, memang saat ini sebagian sudah ditambal sulam, namun proses tambal sulam tersebut hanya menutup luarnya bukan dalamnya sehingga dikhawatirkan suatu saat Rusun tersebut bisa ambruk.

Menanggapi hal ini Samsul dari LSM Satria Bangsa mengatakan, terjadinya kelalaian rekanan diakibatkan oleh pengawasan dari Dinas Perumahan Rakyat DKI Jakarta yang cukup lemah, sehingga rekanan bekerja asal-asalan tampa adanya pengawasan, kalau dari awal dinas Perumahan sebagai yang bertanggung jawab atas pembangunan Rusun mengawasi dengan benar maka hal tersebut tidak akan gterjadi, kalaupun masih ada kekukarangan itu hanya maslah kecil ‘ujarnya’. Ditambahkanya, bisa jadi pejabat inas perumahan sudah main mata dengan rekanan, dalam artian sudah terjadi deal tertentu yang saling menguntungkan, terbukti hingga saat ini PT.Marlanco masih belum dimasukkan dalam daftar hitam atau blacklist, kalau tiak ada deal maka seharusnya dan selayaknya PT.Marlanco sudah di blacklis karena ini menyangkut kenyamanan warga yang akan menempati rusun tersebut ‘ujarnya. (JS)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s