RS Hermina Ciruas Tolak Pasien karena tidak mampu bayar jaminan Untuk Operasi.

UU Kesehatan N0 36 tahun 2009 diabaikan

Serang  WO- Dede Hidayatulloh menjadi korban penusukan salah sasaran oleh orang yang tidak dikenal, kejadian ini bermulah saat adanya acara hiburan pesta pernikahan salah satu warga Kampung Sadik Kecamatan Walantaka Kota serang tepatnya pada 30 September 2019 jam 23.00 WIB. Melihat Salah Satu Kerabat Yang Terlibat Dalam Perkelahian, Waktu itu Dede Hidayatuloh Langsung Berniat Ingin Melerai/Memisahkan Perkelahian Itu namun Dede Hidayatuloh malah Menjadi Sasaran pelaku. Pelaku Menusuk Dede Hidayatuloh dari arah belakang dengan badik yang mrngakibatkan bagian perut sebelah kanan korban robek karena terkena tusukan.

Melihat kejadian tersebut, warga, saudara serta masyarakat yang pada saat kejaian menjadi panik dan langsung melarikan korban ke RS Hermina Ciruas sedangkan pelaku penusukan melarikan diri dari lokasi kejadian. Sesampainya di RS Hermina Ciruas Dede Hidayatuloh korban penusukan mendapat perawatan medis yaitu Inpus dan perban untuk luka yang ada pada diri korban. Anehnya Pihak Rumah Sakit Hermina Ciruas tidak langsung menangani korban untuk melakuakn operasi, yang terjadi malah sebaliknya Pihak Rumah Sakit Hermina Ciruas meminta jaminan berupa deposit sebesar Rp.13 juta, menurut pihak Rumah Sakit untuk melakukan operasi dibutuhkan biaya sebesar Rp.25 Juta.

Jamin Sebagai staf Desa Pager Agung Salah Satu Sodara Dari Korban Memohon Kepada Pihak RS Hermina Ciruas  agar secepatnya melakukan operasi dan menyerahkan  uang Rp. 3 Juta Saya Hanya Ada Uang 3 Juta sebagai jaminan, menunggu BPJS Korban yang dipegang oleh orang tua Korban yang pada saat kejaian ada di Jakarta dan dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Hermina Ciruas.  Namun pihak Rumah sakit mengindahkan permohonan dari keluarga korban Bapak Jamin, pihak rumah sakit tidak melakukan tindakan yaitu operasi melainkan hanya di inpus dan diberikan perban untuk menutupi luka korban, sehingga keluarga korban tidak bisa melakukan apa apa selain pasrah dan hanya menebus biaya obat sebesar Rp.800 ribu.

hermina

Tidak lama berselang Pihak Rumah Sakit Hermina mendatangi keluarga Korban dengan membawa secarik kertas yaitu surat pernyataan pengajuan penolakan Operasi oleh keluarga Korban, dan pihak Rumah Sakit Hermina Ciruas meminta keluarga Korban untuk menanda tangani surat tersebut, namun keluarga korban yang merasa dibohongi oleh pihak Rumah Sakit Hermina Ciruas tidak mau menanda tangani surat tersebut.

Bejo salah satu kerabat dekat korban yang ikut mendampingi Korba ke Rumah Sakit Hermina mengatakan bahwa surat yang diajukan pihak Rumah sakit adalah jebakan atas penolakan mereka untuk mengoperasi korban yang tidak memiliki biaya, sehingga sampai pukul 04.00 dini hari tidak ada saudara maupun kerabat korban yang mau menanda tangani surat tersebut ujarNya.

Karena tidak mendapat kan penanganan yang baik dari Rumah Sakit Hermina Ciruas bahkan dengan sengaja menolak untuk melakukan operasi karena tidak adanya biaya berupa deposit sebesar Rp.13 Juta seperti yang diminta oleh Pihak Rumah Sakit Hermina, akhirnya keluarga Korban memindahkan Korban Ke Rumah Sakit Bedah Benggala tepatnya pada hari minggu jam 11.00 WIB. Rumah Sakit Bedah Benggala langsung melakukan perawatan medis namun belum bisa dilakukan operasi karena kondisi korban pada saat itu  sudah kehabisan darah yang mengikabatkan jantung Dede Hidayatuloh korban penusukan melemah. Hingga senin pagi pukul 04.00 WIB, keluarga maupun saudara korban masih menemani korban di Rumah sakit, namun naas nyawa korban tidak tertolong. Dede Hidayatuloh meninggal dunia dan dibawa ke Rumah Duka untuk dilakukan acara pemakaman.

Keluarga Korban berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang seberat beratnya, keluarga juga berharap agar Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan dan Instansi terkait agar memberikan tidakan atas apa yang dilakukan oleh Pihak Rumah Sakit Hermina Ciruas, agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. Kalau ini terus dibiarkan maka akan banyak korban yang lain meninggal hanya karena tidak mampu bayar biaya jaminan operasi, harusnya warga yang tidak mampu juga berhak untuk mendapatkan pengobatan yang layak, keluarga berharap agar rumah sakit hermina segara ditindak bila perlu izin operasinya di cabut karena telah menjadikan uang sebagai patokan untuk melakukan operasi, harusnya pihak rumah sakit Hermina Ciruas langsung melakukan operasi sehingga besar kemungkinan nyawa Dede Hidaya Tuloh masih bisa tertolong ujrnya.

Dalam UU Kesehatan No 36 tahun 2009 Pasal 85 ayat 1 meenyebutkan dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupum swasta wajib memberikan pelayanan kesehatan pada bencana bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecatatan, pasal 2 fasilitas pelayanan kesehatan pada bencana sebagaimana dimaksut pada ayat 1 dilarang menolak pasiaen dan /atau meminta uang muka terlebih dahulu. (M.Fahry)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s